← Kembali ke blog
Cara Memilih Nama Domain: .id, .co.id, atau .com?

Cara Memilih Nama Domain: .id, .co.id, atau .com?

Cara memilih nama domain yang tepat akan berpengaruh lama pada usaha Anda. Domain dipakai di kartu nama, spanduk, kemasan produk, sampai alamat email. Sekali dipakai dan dikenal orang, mengganti domain itu repot. Karena itu, luangkan waktu sebentar untuk memilihnya dengan benar. Di artikel ini kami bahas tips memilih nama domain, perbedaan ekstensi .id, .co.id, dan .com, dokumen yang dibutuhkan, serta kesalahan yang perlu dihindari.

Apa itu domain?

Domain adalah alamat website yang diketik orang di browser, misalnya namausaha.id. Tanpa domain, orang harus mengingat deretan angka alamat IP server, yang tentu tidak praktis. Domain terdiri dari dua bagian: nama (misalnya "namausaha") dan ekstensi atau akhiran (misalnya ".id").

Domain disewa per tahun dan bisa diperpanjang terus selama Anda membayar biaya perpanjangannya. Kalau lupa memperpanjang, domain bisa kedaluwarsa dan dibeli orang lain.

7 tips memilih nama domain yang baik

1. Pendek dan mudah diingat

Semakin pendek, semakin mudah diketik dan diingat. Usahakan tidak lebih dari 15 karakter. Coba ucapkan nama domain itu ke teman, lalu minta mereka menuliskannya. Kalau hasilnya berbeda-beda, cari nama lain.

2. Sesuai nama usaha atau merek

Pelanggan akan lebih mudah menemukan Anda bila nama domain sama dengan nama usaha. Kalau nama usaha sudah dipakai orang lain, tambahkan kata yang relevan, misalnya nama kota atau jenis usaha, seperti kopisenjapalembang.id.

3. Hindari angka dan tanda hubung berlebihan

Angka sering membingungkan karena orang tidak tahu harus menulis "4" atau "empat". Tanda hubung juga mudah terlupa saat orang mengetik alamat Anda.

4. Hindari ejaan yang membingungkan

Nama dengan huruf ganda atau kata serapan yang ejaannya bervariasi, misalnya "kwalitas" dan "kualitas", berisiko salah ketik. Pilih ejaan yang paling umum.

5. Cek merek dagang

Pastikan nama yang Anda pilih tidak melanggar merek dagang milik pihak lain. Selain berisiko hukum, Anda bisa kehilangan domain di kemudian hari.

6. Pertimbangkan rencana jangka panjang

Kalau sekarang Anda hanya menjual kue tetapi berencana membuka kafe, hindari nama yang terlalu sempit seperti kuebasahmurah.id. Pilih nama yang tetap relevan saat usaha berkembang.

7. Amankan beberapa ekstensi sekaligus

Bila anggaran memungkinkan, daftarkan juga ekstensi lain untuk nama yang sama, misalnya .id dan .com. Ini mencegah orang lain memakai nama yang mirip dengan usaha Anda.

Perbedaan .id, .co.id, .com, dan ekstensi lainnya

Ekstensi domain memberi kesan tertentu kepada pengunjung. Berikut perbandingan ekstensi yang paling sering dipilih usaha di Indonesia:

EkstensiCocok untukSyarat
.idUsaha, komunitas, atau pribadi di IndonesiaKTP pemilik
.co.idBadan usaha berbadan hukum (PT, CV)Dokumen legalitas usaha
.comUsaha umum, terutama yang menyasar pasar luasTidak ada dokumen khusus
.or.idOrganisasi, yayasan, dan lembagaDokumen legalitas organisasi
.sch.idSekolahDokumen resmi sekolah
.web.id / .my.idWebsite umum atau pribadiKTP pemilik

Untuk usaha yang melayani pelanggan di Indonesia, .id dan .co.id memberi kesan lokal dan tepercaya. Ekstensi .co.id khusus untuk badan usaha, sehingga memberi kesan lebih resmi. Sementara itu, .com cocok bila Anda menyasar pasar yang lebih luas atau nama .id yang Anda inginkan sudah dipakai.

Dokumen untuk mendaftarkan domain Indonesia

Domain berakhiran .id dikelola oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Sebagian ekstensi memerlukan dokumen pendukung agar domain bisa aktif. Siapkan dokumen dalam bentuk file yang jelas terbaca:

  • .id, .web.id, .my.id, .biz.id: identitas pemilik, misalnya KTP.
  • .co.id: identitas penanggung jawab dan dokumen legalitas usaha, seperti akta pendirian atau Nomor Induk Berusaha (NIB).
  • .or.id: identitas penanggung jawab dan dokumen legalitas organisasi.
  • .sch.id, .ac.id, .go.id, .desa.id: dokumen resmi dari lembaga terkait sesuai ketentuan PANDI.

Persyaratan dapat berubah sesuai kebijakan pengelola domain. Kalau Anda memesan website di HR Digital, kami bantu mengecek kelengkapan dokumennya.

Cara mengecek ketersediaan nama domain

Sebelum jatuh cinta pada satu nama, cek dulu apakah domain tersebut masih tersedia. Caranya mudah:

  1. Siapkan tiga sampai lima alternatif nama.
  2. Cek ketersediaan di penyedia domain, atau tanyakan langsung kepada kami lewat WhatsApp.
  3. Bila nama utama sudah dipakai, coba ekstensi lain atau tambahkan kata pendukung seperti nama kota.
  4. Segera daftarkan begitu menemukan nama yang cocok, karena domain didaftarkan berdasarkan siapa yang lebih dulu.

Setelah domain didapat, lakukan ini

Mendaftarkan domain baru langkah awal. Supaya domain benar-benar bermanfaat dan aman, lakukan beberapa hal berikut:

  1. Pasang sertifikat SSL agar website terbuka dengan HTTPS dan muncul ikon gembok di browser. Pengunjung lebih percaya, dan browser tidak menampilkan peringatan "tidak aman".
  2. Buat email dengan domain sendiri, misalnya info@namausaha.id atau admin@namausaha.id, lalu pakai di kartu nama dan media sosial.
  3. Catat tanggal kedaluwarsa dan aktifkan pengingat perpanjangan. Pertimbangkan perpanjangan beberapa tahun sekaligus untuk domain utama.
  4. Simpan data akses akun domain di tempat yang aman, termasuk email yang terdaftar sebagai pemilik.
  5. Arahkan domain ke website lewat pengaturan DNS, lalu pastikan versi dengan dan tanpa "www" mengarah ke alamat yang sama agar tidak dianggap halaman ganda oleh Google.

Kalau domain Anda didaftarkan bersama paket website di HR Digital, langkah-langkah teknis di atas sudah kami urus, dan Anda tinggal memakainya.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Domain didaftarkan atas nama pihak ketiga. Pastikan data pemilik domain adalah Anda atau usaha Anda.
  • Lupa memperpanjang. Aktifkan pengingat dan catat tanggal kedaluwarsa domain.
  • Nama terlalu mirip dengan merek terkenal. Berisiko sengketa dan membingungkan pelanggan.
  • Memilih ekstensi yang tidak sesuai. Misalnya memilih .co.id padahal usaha belum berbadan hukum, sehingga dokumen tidak bisa dipenuhi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah domain bisa dipindahkan ke penyedia lain?

Bisa. Proses ini disebut transfer domain. Biasanya membutuhkan kode otorisasi (EPP code) dari penyedia lama dan domain tidak sedang terkunci.

Lebih bagus .id atau .com untuk usaha?

Untuk pasar Indonesia, .id memberi kesan lokal dan biasanya nama yang Anda inginkan lebih mudah didapat. Ekstensi .com cocok bila menyasar pasar yang lebih luas. Tidak ada yang salah, pilih yang paling sesuai dan mudah diingat pelanggan.

Apakah domain sudah termasuk saat membuat website?

Di HR Digital, semua paket pembuatan website sudah termasuk domain, hosting, dan SSL untuk tahun pertama. Lihat detailnya di halaman pilihan domain.

Butuh bantuan memilih domain?

Memilih domain memang terlihat sepele, tetapi dampaknya panjang. Kalau masih ragu, tim kami siap membantu mengecek ketersediaan nama, memilih ekstensi yang tepat, dan menyiapkan dokumennya. Hubungi kami untuk konsultasi gratis, atau langsung lihat paket website yang sudah termasuk domain.

Butuh bantuan untuk website, aplikasi, atau hosting? Konsultasi gratis, kami bantu pilihkan yang paling pas.

Chat kami di WhatsApp
Tanya di WhatsApp